15/12/2010
Seperti camar yang terbang,melintas awan untuk mencari tempat berteduh.Hanya berpaut pada 2 sayapnya untuk mencari destinasi punya realiti.Aku ingin terbang seperti burung itu kerana semakin jauh menerjah awan semakin luas pemandangan seiring dengan kembara yang penuh pancaroba.Bila terbang aku bisa bersembunyi di sebalik awan menjenguk sang suria terbit di ufuk sana.lantaran itu,aku juga boleh terbang mencari istana awan yang penuh misteri.Seperti lautan kapas yang pernuh warna-warni.Tapi bila hujan datang menerpa aku bersembunyi lagi.Aku takut bunyi guruh dek ganas menyerang.Awan gelap malap pekat.Aku takut.
Bila hujan sudah berhenti,kilauan pelangi berkerdip menghanyutkan hati yang sedang gunda-gulana.Warna-warnanya sunguh indah .Begitu sempurna ciptaan ilahi.Subhanallah.
Biarkan camar itu terbang.Aku terus di layar fantasi memikirkannya.Usah bersedih.Perjuanganku masih bermain-main pada jiwa yang mencari konklusi.
Aku mengeluh sendirian.
No comments:
Post a Comment